Kamis, 30 April 2015
LAPORAN
KEWIRAUSAHAAN
WAWANCARA KONVEKSI KERUDUNG
NAMA : ARGA ENGGAR PRATAMA
NIM : 13041005
FAKULTAS : TEKNIK
JURUSAN : ELEKTRO (SORE / A)
UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA
2014 / 2015
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun laporan hasil wawancara ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam laporan ini kami membahas mengenai hasil wawancara kami dengan salah satu Konveksi Kerudung Azalea yang ada di Sidoarjo
Laporan hasil wawancara ini di susun dengan tujuan untuk memotivasi masyarakat khususnya mahasiswa agar tidak takut untuk berwirausaha sendiri. Dengan diselesaikannya laporan hasil wawancara ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan laporan hasil wawancara ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan hasil wawancara ini.
Dalam penyusunan laporan ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan laporan ini kami terima dengan tangan terbuka.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Gresik, 28 April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………….............…………….....……………1
DAFTAR ISI……………………………………………………………...………………2
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang…………………………………………………………..…………...............……3
Sejarah Berdirinya……………………………………………………...............…………………3
Tujuan Berdirinya……………………………………………………................…………………4
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Konveksi dan Karakteristiknya………………............................………………6
2. Jenis Jenis Produk…………………………………………..............................……………6
3.Bahan Baku……………………………………………….............................………………6
4. Pembagian Kerja Karyawan……………………………............................………………...6
5. Strategi Jitu Pemasaran………………………………..............................………………6
Pelayanan Produk…………………………………………….................................…………7
Pelayanan bagi Karyawan…………………......................................………………….…7
Penjualan & Pemasukan…………………………………....................................…………....7
Foto............................................................................................................................................ 8
BAB III Kendala Dan Cara Mengatasinya
Kendala & Cara Mengatasinya…………………………......................................………10
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………........................................……………11
Saran………………………………………......................................………………………11
Lampiran…………………………………………........................................……...…11
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Era globalisasi saat ini sangatlah banyak orang memperebutkan suatu jabatan / posisi dalam suatu perusahaan. Sebelum memasuki suatu perusahaan setiap orang pasti akan di seleksi sesuai dengan kualifikasi dan kriteria yang di inginkan perusahaan untuk menempati suatu posisi & jabatan tersebut. Tak semua orang bisa lolos dalam seleksi karena lowongan pekerjaan yang sempit disebabkan orientasi mayoritas masyarakat saat ini adalah mencari kerja bukan mempekerjakan.
Hal ini menjadi masalah ekonomi makro dalam negara kita. Bagaimana tidak? Angka pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat setiap tahunnya, belum lagi banyaknya “job seekers” yang kurang mempunyai inisiatif ataupun takut mengambil resiko mengawali bisnis.
Berkaca dari hal tersebut, perlulah masyarakat Indonesia menyadari bahwa negara kita butuh banyak entrepreneur – entrepreneur muda yang mempunyai jiwa tangguh, ulet, gigih, berani mengambil resiko dan cepat mengambil keputusan yang tepat dalam rangka bukan hanya menyejahterakan dirinya / golongannya sendiri, namun masyarakat sekitar juga ikut di sejahterakan. Atas dasar itulah, kami selaku pewawancara ingin mengetahui lebih dalam dan rinci tentang seluk beluk, sejarah, dan hal hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang mempekerjakan orang ini.
2 Sejarah Berdirinya
Konveksi Kerudung Azalea berdiri pada Juni 2013. Dengan modal awal 20 Juta rupiah yang di dapat dari peminjaman pemilik kepada Bank Mandiri, bisnis konveksi pun mulai di rintis. Pada awalnya hanya berkaryawankan 2 orang, yaitu sang pemilik (Ibu Aza) dan temannya. Saat itu belum ada tempat pemasaran Konveksi seperti sekarang, jadi publikasi yang bapak Ibu Aza lakukan adalah dengan memberikan kartunama ke teman-teman akrab. Dulu juga terkadang karena peralatan Konveksi yang masih terbatas, Ibu Aza mengoper pekerjaannya ke konveksi lain yang lebih memadai fasilitas & perlengkapannya.
Pak Yayan mendirikan bisnis ini karena sudah turun temurun keluarganya menekuni bisnis konveksi sehingga ilmu tentang pengorganisasian bisnis konveksi bisa di dapatkan dari lingkungan keluarga beliau sendiri. Pelebelan nama “Azalea”. Saat ini Konveksi Azalea telah mempunyai 5 karyawan dan omset penjualan 5 - 7 Juta / bulan.
3. Tujuan Berdirinya
Tujuan berdirinya konveksi nanda yang utama adalah meneruskan keahlian Ibu Aza yang telah ahlih dalam bidang membuat kerudung yang di dapatnya dari pengalaman selama menjadi karyawan di suatu pabrik konversi.
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Konveksi dan Karakteristiknya
Konveksi merupakan bisnis pembuatan busana atau bahan lain yang membutuhkan jahitan. Berbagai kebutuhan manusia di dapatkan dari pembelian produk konveksi, diantaranya busana dari aksesorisnya, tas, taplak meja, sprei dan bed cover, celemek, serta perlengkapan bayi. Karena banyaknya produk yang dihasilkan dari konveksi, maka banyak pula peluang untuk membangun bisnis di bidang itu. Biasanya bisnis konveksi memiliki spesifikasi sendiri-sendiri. Ada yang khusus bergerak dalam pembuatan celana jeans, jilbab, busana muslim, baju koko, seragam sekolah, samapi tas dan perlengkapan lainnya. Spesifikasi ini memudahkan pebisnis untukmenjalankan bisnis konveksi agar tetap lancar dan semakin berkembang.
Beberapa ciri khas bisnis konveksi :
- Konveksi dikerjakan secara massal dan mengejar kuantitas.
Bisnis konveksi menghasilkan produk yang dijual secara massal. Masing-masing produk dibuat dalam jumlah yang besar. Hal ini membedakan konveksi dengan penjahit pada umumnya atau dari butik yang hanya memproduksi barang dalam jumlah terbatas dan bahkan satu model untuk satu barang saja.
- Konveksi mengharuskan pebisnis untuk memanage para penjahit.
Bisnis konveksi tidak bisa dilakukan secara individual. Seorang pebisnis perlu untuk memanage keberadaan dan kinerja para penjahit yang memproduksi barang. Ada yang bekerja di tempat usaha dan ada yang dibawa pulang untuk dijahit di rumah. Untuk kemudian para penjahit tersebut melakukan setoran ke tempat pebisnis.
- Pebisnis menyiapkan bahan dan peralatan dalam jumlah besar
Bisnis konveksi mengharuskan pebisnis menyiapkan bahan dan peralatan dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini untuk memangkas biaya sehingga dapat menjula produk dengan harga yang lebih murah daripada produk yang dibuat secara eksklusif.
- Menghasilkan produk yang laku di pasaran.
Bisnis konveksi juga perlu untuk melihat trend mode baik dalam busana, aksesori, maupun jenis produk lainnya. Karena dengan menghasilkan produk yang laku di pasaran maka perkembangan dan pergerakan bisnis ini akan beranjak ke arah yang lebih baik. Produk yang diminati konsumen akan diburu untuk kemudian dibeli sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Jenis Jenis Produk
Selain seragam sekolah, seragam kamtor dan kemeja, pihak konveksi juga mampu membuat pakaian organisasi, jaket. Dari bordir hingga sablon. Semua bisa diolah dari kain poloh menjadi modern. “Banyak pelanggan yang berminat kesini karna system yang kami buat sangat menguntungkan pelanggan. Apa saja bisa kami buat disini. Dan desain juga tak monoton, konsumen juga bisa memilih bahan,” ujar pak Yayan.
Bahan Baku
Nanda Konveksi sudah memiliki supplier dari Bandung, Jakarta, dan beberapa kota besar lainnya. Konveksi nanda mempergunakan bahan baku berupa tekstil dari bermacam-macam jenis, seperti katun, kaos, linen, polyester, rayon, dan bahan-bahan syntesis lain ataupun campuran dari jenis bahan-bahan tersebut.
Pembagian Kerja Karyawan
Masing- masing karyawan yang bekerja di Konveksi Nanda mempunyai tugas dan pekerjaan. Diantaranya yaitu:
• Karyawan bagian setting design
• Karyawan bagian pemotongan kain
• Karyawan bagian obras dan jahit
• Karyawan bagian pasang kancing
• Karyawan bagian packing
Dari kesemua pembagian tugas untuk karyawan, yang paling inti adalah karyawan bagian pemotongan kain, serta karyawan bagian obras dan jahit.
STRATEGI KONVERSI AZALEA
Untuk harga, ditawarkan mulai dari Rp15 ribu perunit sampai Rp 100 ribu. “Kalau harga tergantung jenis bahannya, seperti, katun, lotto, diadora, parasut dll. Dan ditengah persaingan ini, pihak kami tak mengambil banyak keuntungan, yang penting hasil maksimal dan konsumen puas,”
Pelayanan Produk
Kepada para pelanggan, minimal memesan kerudung. Pemesanan minimal 2 bulan sebelumnya agar mendapatklan hasil yang baik karena orderan dikerjakan lebih awal. Proses pembuatan nya paling cepat 10 hari dan paling lama 2 bulan. Jika pesanan ada yang tidak sesuai atau rusak maka konveksi nanda akan menggantinya dengan yang baru.
7. Pelayanan Bagi Karyawan
Selain melayani konsumen dengan baik, Konveksi Nanda juga melayani karyawannya dengan baik pula. Karyawan di berikan fasilitas tempat tinggal yaitu tinggal di rumah bertingkat tempat produksi konveksi nanda dilakukan, lalu memberi makan 2x sehari pada karyawannya. Semua fasilitas bagi karyawan ini diluar upah utama.
8. Penjualan & Pemasukan
Biasanya banyak pemesanan perhari itu relatif, tergantung sikon di pasar. Misalnya, saat memasuki tahun ajaran baru maka orderan sedang marak-maraknya untuk membuat kerudung sekolah baik SD, SMP, maupun SMA. Namun jika di hitung rata-rata, maka biasanya perhari mendapat orderan 20-25 lusin. Orderan paling jauh yaitu dari Madiun. Biasanya mengirim ke Madiun nya menggunakan titipan kilat, atau si pemesan langsung ke maiun ketika liburan, selain liburan ke Madiun, juga sekaligus mengambil barang yang sudah di pesan. Dan pengeluaran perbulan untuk biaya variabel, biaya pemrosesan, biaya untuk gaji karyawan & biaya tetap (fixed cost) adalah ± Rp 1,5.000.000,00 – Rp 2.000.000,00
4. Foto
BAB III KENDALA DAN CARA MENGATASINYA
Dalam perjalanannya merintis bisnis tentu Konveksi Azalea tidak mulus mulus saja ketika bisnis ini berjalan. Seperti bisnis / ukm lainnya, Konveksi Azalea juga mempunyai hambatan – hambatan yang pernah dialami, antara lain :
1. Untuk memulai bisnis pasti perlu lah modal, Konveksi Azalea pada awalnya kekurangan modal untuk memulai bisnis ini, yang pada akhirnya di ambil keputusan bahwa modal awal meminjam ke Bank. Modal awalnya adalah Rp25.000.000,00
2. Mengambil tenaga kerja di kota sangat susah sehingga pihak Konveksi Azalea menyerap tenaga kerja didaerah pedalaman yang putus sekolah.
3. Mengenai gaji karyawan. Banyak karyawan yang keluar karena gaji yang diberikan tidak teratur. Solusinya, Konveksi Azalea memberi bonus kepada karyawan yang berkerja lembur.
BAB IV PENUTUP
1. Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang bisa kami ambil dari aktivitas wawancara dengan salah satu Konversi yang ada di Sidoarjo adalah bahwa perjuangan tak akan sia-sia, ia akan berbuah manis pada waktunya. Sama halnya dengan kisah Ibu Azalea, seorang ibu rumah tangga yang tadinya tidak memiliki modal sama sekali untuk membangun usaha. Namun dengan tekad yang kuat dan keyakinan yang teguh, Ibu Azalea berhasil melewati masa-masa sulitnya dahulu sehingga menjadi sukses seperti sekarang.
2. Saran
Saran kami terhadap Konveksi Azalea demi kemajuan usahanya adalah :
• Membuat situs resmi bisnis konveksi, baik di media sosial, blogger, wordpress, tumblr, dsb.
• Melakukan ekspansi usaha agar pendapatan kian meningkat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Langganan:
Komentar (Atom)